Hadits Tentang Tanggung jawab kepemimpinan

  1. A.          TANGGUNG JAWAB KEPEMIMPINAN

 

 

  1. Hadits Tentang Setiap Muslim Pemimpin

Terjemahannya

“Abdullah bin umar r.a berkata bahwa rasulullah SAW.telah bersabda, “kalian semuanya adalah pemimpin (pemelihara) dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Pemimpin akan ditanya tentang rakyat yangdipimpinnya. Pemimpin akan ditanya tentang rakyat yang dipimpinnya. Suami pemimpin keluarganya dan akan ditanya tntang keluarga yang dipimpinnya. Istri memelihara rumah suami dan anak-anaknya dan akan ditanya tentang hal yang dipimpinnya. Seorang hamba(buruh) memelihara harta milik majikannya dan akan ditanya tentang pemeliharaannya. Camkanlah bahwa kalian semua pemimpin dan akan dituntut (diminta pertanggungjawaban) tentang hal yang dipimpinnya.”

(dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam kitab “Budak”, Bab: “Dibencinya Memperpanjang Perbudakan.”)

v    Penjelasan singkat

Hadits diatas sangat jelas menerangkantenang kepemimpinan setiap orang muslim dalam berbagai posisi dan tingkatannya. Mulai dari tingkatan pemimpin rakyat sampai tingkatan pengembala, bahkan sebenarnya tersirat sampai tingkatan memipin dirisendrir. Semua orang pasti memiliki tersirat sampat tingkatan memimpin dirisendiri. Semua orang pasti memiliki tanggung jawab dan akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Akan kepemimpinannya kelak diakhirat.

Dengan demikian, setiap orang islam harus berusaha untuk menjadi pemimpin yang paling baik dan segala tindakannya tanpa disadari kepentingan pribadi atau kepentingan golongan tertentu. Akan tetapi, pemimpin yang adil dan betul-betul memperhatikan dan berbuat sesuai dengan aspirasi rakyatnya, sebagaiman diperintahkan oleh Allah SWT. dalam Al-Quran :

* ¨bÎ) ©!$# ããBù’tƒ ÉAô‰yèø9$$Î/ Ç`»|¡ômMwww}$#ur

Artinya

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan,  (Q.S An Nahl :90)

(#þqäÜÅ¡ø%r&ur ( ¨bÎ) ©!$# =Ïtä† šúüÏÜÅ¡ø)ßJø9$#

Artinya :

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.(Q.S Al Hujarat : 9)

Ayat diatas jelas sekali memerintahkan untuk berbuat adil kepada setiap pemimpin apa saja dan dimana saja. Seorang raja misalnya, harus berusaha untuk berbuat seadil-adilnya dan sebijaksana mungkin sesuai dngan printah Allah SWT. Dlam memimpin rakyatnya sehingga rakyatnya hidup sejahtera.

  1. 2.      Hadits Tentang Pemimpin Pelayan Masyarakat

`0 @)èI Š$æ Š$ƒ ” `0 !#‰;ã b& `¥s9# ûã‘$¤ƒ `0 @)êI  ]ƒ‰m

$[ƒ‰m 7O ‰sI ’R) : @)èI  &9A$+ù , &ù N$I ‘ ‹9# &ʐI ’û ‘%¤ƒ

&Š=ä !#Ó=¹ ’<R9# MêK™ M=™ &Š=ä !#Ó=¹ !# Aq™‘ `B &LêK™

N9 w# 'ՏÂ^0 $gÜՃ M<ù 'ã‘ !# n$ãK™# ‰;æ `H $I : Aq)ƒ M=™r

'^Ö9# '՝#‘ ‰Öƒ

Terjemahannya

“Al-Hasan Berkata, Ubaidillah bin Ziyad menjenguk Ma’qal bin Yasar r.a. ketika ia sakit yang menyebabkan kematiannya, maka Ma’qal berkata kepada Ubaidillah bin Ziyaad, “Aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah SAW., aku telah mendengar Nabi SAW. Bersabda, “tiada seorang hamba yang diberi amanat rakyat oleh Allah lalu ia tidak memeliharanya dengan baik, melainkan Allah tidak akan merasakan padanya harumnya surga (melainkan tidak mendapat bau surga).”

(Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam kitab “Hukum-Hukum,” bab: Orang yang diberi amanat kepemimpinan.”)

Penjelasan singkat

Dalam pandangan islam, seorang pemimpin adalah orang yang diberi amanat oleh Allah SWT. Untuk memimpin rakyat, yang diakhirat kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Sebagaimana telah dijelaskan diatas. Dengan demian, meskipun seorang pemimpin dapat meloloskan diri dari tuntutan rakyatnya, karena ketidakadilannya, misalkan, ia tidak akan mampu meloloskan diri dari tuntutan Allah SWT. kelak diakhirat.

Oleh karena itu, seorang pemimpin hendaknya jangan mengangap dirinya sebagai manusia super yang bebas berbuat dan memerintahkan apa saja kepada rakyatnya. Akan tetapi sebaliknya, ia harus berusaha memosisikan dirinya sebagai pelayan dan pengayom masyarakat sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran :

Artinya :

Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. (Q.S Asy-Syu’ara : 215)

Dalam sebuah hadis yang diterima dari Siti Aisyah dan ddiriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi SAW. Pernah berdoa, “ Ya Allah, siap yang menguasai sesuatu dari urusan umatku lalu mempersulitkan mereka, maka persulitlah baginya. Dan siapa yang mengurusi umatku dan berlemah lembut pada mereka, maka permudahkanlah baginya.

  1. 3.      Hadits Tentang Batas Ketaatan Kepada Pemimpin

M=™r &Š=ä !#Ó=¹ ’<R9# ûã ˛ &_æ !# Óʑ Jæ û0# !# ‰;æ ]ƒ‰m

Bsƒ N9%H n’1r =m&%Kù M=¦K9# äJ9# ’9ç ‘ã%Ý9#r ìK¦9# : A%%

‘ã%Þwr ìK™ xù ‘ÁêK0 B&#Œ*ù ‘ÁêK0

 

Terjemahannya

Hadits dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda. “seorang muslim wajib mendengar, taat pada pemerintahannya dalam apa yang disetujui ataupun tidak setuju. Kecuali jika diperintahkan berbuat maksiat, mak tidak wajib mendengar dan tidak wajib taat.” (H.R. Muslim)

(Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam (93) kitab: “Al-Ahkam.” (4) bab:” Mendengarkan dan menaati Pemimpin selagi tidak memerintahkan untuk berbuat dosa.”)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penjelasan Hadits

Kedudukan seorang pemimpin sangat tinggi dalam agama Islam sehingga ketaatan kepada mereka pun disejajarkan dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagaiman firman-Nya:

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. (An-nisa :59)

Sesuai dengan ayat diatas, Rasulullah SAW. Bersabda :

Artinya :

“ Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW. Telah bersabda, Barang siapa yang taat kepadaku, berarti taat kepada Allah, dan barang siapa yang melanggar kepada Allah. Dan siapa yang taat pada pimpinan berarti maksiat  padaku.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

About these ads
By cintamoet31

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s